Transformasi Hebat! Apa Itu Program Guru Penggerak Kemendikbud?

Dewantara

31 Juli 2025

Transformasi pendidikan di Indonesia tak lagi sebatas wacana. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan sebuah program revolusioner bernama Program Guru Penggerak Kemendikbud. Sejak diperkenalkan, inisiatif ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan nasional, menjawab kebutuhan akan guru yang tak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi, memimpin perubahan, dan membawa semangat Merdeka Belajar ke ruang kelas.

Bagi banyak kalangan, istilah “Guru Penggerak” masih terdengar baru. Tapi, di balik nama itu tersembunyi peran strategis dan dampak luar biasa terhadap kualitas pendidikan. Program ini dirancang untuk mencetak guru yang siap memimpin perubahan dari dalam sistem, bukan sekadar menjadi pelengkap kurikulum. Jadi, yuk simak lebih jauh segala hal tentang Program Guru Penggerak Kemendikbud dalam ulasan berikut!

Apa Itu Program Guru Penggerak Kemendikbud dan Siapa yang Bisa Mengikuti?

Program Guru Penggerak Kemendikbud adalah inisiatif strategis dari Kemendikbudristek untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memimpin pembelajaran di sekolah. Program ini merupakan bagian dari visi Merdeka Belajar, yang menempatkan guru sebagai pusat perubahan dalam dunia pendidikan. Dalam program ini, guru diberikan pelatihan intensif selama 9 bulan untuk mengembangkan kepemimpinan pembelajaran, berorientasi pada murid, serta memiliki kompetensi sebagai agen transformasi di lingkungan sekolahnya.

Program ini terbuka untuk guru dari semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Namun, tentu ada kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti pengalaman mengajar minimal lima tahun, komitmen tinggi terhadap pengembangan pendidikan, dan dukungan dari kepala sekolah atau pemangku kebijakan di daerah masing-masing.

Baca Juga:  Apa Itu Alat Kontrasepsi untuk Pelajar? Yuk, Simak!

Yang menarik, Program Guru Penggerak ini tidak hanya menyasar peningkatan kualitas individu, tapi juga menciptakan ekosistem kolaboratif yang berfokus pada kesejahteraan dan perkembangan peserta didik. Dengan pendekatan pembelajaran sosial-emosional, pelatihan ini juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan sejati yang berakar pada empati dan inovasi.

Kabar baiknya, siapa pun guru yang memenuhi syarat dan berkomitmen terhadap perbaikan mutu pendidikan bisa ikut serta. Ini bukan program eksklusif, melainkan peluang emas bagi semua guru di Indonesia yang ingin menjadi bagian dari perubahan besar di dunia pendidikan.

Tujuan dan Manfaat Guru Penggerak Bagi Dunia Pendidikan

Tujuan utama dari Program Guru Penggerak Kemendikbud adalah menciptakan pemimpin pembelajaran yang mampu mendorong transformasi sekolah secara menyeluruh. Guru Penggerak tidak hanya fokus pada hasil akademik, tetapi juga pada tumbuh kembang karakter dan potensi murid. Melalui program ini, guru diposisikan sebagai motor penggerak perubahan kurikulum, budaya positif, dan komunitas belajar.

Manfaatnya sangat terasa, baik bagi guru maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan. Guru Penggerak akan mendapatkan pengakuan formal dari negara, pembekalan soft skill dan hard skill, serta akses jaringan nasional sesama agen perubahan. Hal ini mendorong terciptanya budaya belajar yang kolaboratif, dinamis, dan berbasis pada kebutuhan lokal sekolah masing-masing.

Bagi dunia pendidikan secara luas, kehadiran Guru Penggerak berarti hadirnya pemimpin-pemimpin baru yang siap menjadi pelatih sebaya (coaching), pengembang komunitas belajar, hingga penggerak perubahan kebijakan di tingkat sekolah dan daerah. Mereka juga menjadi pelaku utama dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis proyek.

Dengan semua tujuan dan manfaat ini, tak heran jika Program Guru Penggerak Kemendikbud dinilai sebagai salah satu langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara sistemik dan berkelanjutan.

Syarat dan Proses Seleksi Guru Penggerak Kemendikbud

Agar bisa mengikuti Program Guru Penggerak Kemendikbud, ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi. Pertama, guru harus memiliki pengalaman mengajar minimal lima tahun. Kedua, harus memiliki nilai kinerja baik selama dua tahun terakhir. Ketiga, guru perlu mendapatkan surat rekomendasi dari kepala sekolah atau atasan langsung sebagai bentuk dukungan moral dan institusional.

Proses seleksi dilakukan secara ketat dan berlapis. Tahapan seleksi mencakup pengisian formulir daring, unggahan dokumen pendukung, penulisan esai reflektif, wawancara daring, serta simulasi mengajar. Setiap tahap dirancang untuk mengukur potensi kepemimpinan, refleksi diri, dan komitmen terhadap pembelajaran berkelanjutan.

Baca Juga:  Apa yang Dimaksud dengan Cryptocurrency? Yuk Ketahui Disini!

Meski tampak ketat, seleksi ini justru memastikan bahwa hanya guru-guru yang benar-benar siap, berintegritas, dan berdedikasi tinggi yang dapat menjadi bagian dari program. Selain itu, seleksi ini juga menjadi wadah refleksi bagi para pendaftar untuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri.

Jika lolos, peserta akan mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 9 bulan, di mana mereka tetap mengajar di sekolah masing-masing sambil mengikuti pelatihan daring dan pendampingan dari fasilitator nasional. Jadi, proses ini sangat fleksibel dan mendukung keseimbangan antara tugas mengajar dan pengembangan diri.

Pelatihan dan Materi Unggulan dalam Program Guru Penggerak

Salah satu keunggulan utama Program Guru Penggerak Kemendikbud adalah pelatihan yang dirancang berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Pelatihannya dilakukan secara daring (online learning), tatap muka terbatas, dan melalui komunitas praktik. Materi yang diberikan tidak hanya soal pedagogi, tetapi juga mencakup kepemimpinan, coaching, manajemen perubahan, serta penguatan karakter.

Materi unggulan dalam pelatihan ini antara lain:

  • Praktik pembelajaran berdiferensiasi
  • Teknik coaching untuk guru lain
  • Pembangunan komunitas belajar
  • Kepemimpinan moral dan profesional
  • Desain kurikulum kontekstual berbasis Kurikulum Merdeka

Setiap peserta akan dibimbing oleh Pengajar Praktik, yaitu mentor yang sudah berpengalaman sebagai Guru Penggerak atau praktisi pendidikan. Pendampingan ini bersifat personal dan dilakukan secara berkala untuk memastikan kemajuan kompetensi peserta.

Pelatihan dalam program ini juga mendorong pendekatan reflektif, artinya peserta diajak untuk terus mengevaluasi diri, mencari umpan balik, dan menyesuaikan strategi pembelajaran yang paling sesuai dengan karakteristik murid di kelas mereka. Inilah yang membedakan Guru Penggerak dari pelatihan guru konvensional lainnya.

Peran Strategis Guru Penggerak dalam Mentransformasi Sekolah

Setelah menyelesaikan program, Guru Penggerak diharapkan mengambil peran strategis dalam mentransformasi sekolah. Mereka bukan hanya pelaksana kurikulum, tapi menjadi pemimpin pembelajaran sejati yang mendorong budaya reflektif, kolaboratif, dan inovatif di sekolah.

Beberapa peran strategis Guru Penggerak antara lain:

  • Mengembangkan komunitas belajar antar guru
  • Memberikan pelatihan dan coaching kepada rekan sejawat
  • Menjadi penghubung antara sekolah dan pemangku kepentingan di daerah
  • Mendorong implementasi Kurikulum Merdeka secara menyeluruh
  • Menjadi inspirasi bagi murid dan tenaga kependidikan lainnya

Dengan pendekatan ini, transformasi sekolah tidak lagi bergantung pada kepala sekolah atau kebijakan pusat saja. Guru Penggerak menjadi agen perubahan yang mampu membawa visi pendidikan nasional masuk ke jantung aktivitas belajar-mengajar harian.

Baca Juga:  Pengertian Inflasi: Definisi, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Kehadiran Guru Penggerak juga memperkuat ekosistem pendidikan berbasis data dan refleksi. Mereka terbiasa menganalisis kebutuhan murid dan sekolah berdasarkan data, lalu membuat rencana aksi nyata yang berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran.

Dampak Positif Program Guru Penggerak terhadap Lingkungan Sekolah

Seiring berjalannya waktu, dampak positif dari Program Guru Penggerak Kemendikbud mulai terasa di berbagai daerah. Sekolah-sekolah yang memiliki Guru Penggerak mengalami peningkatan budaya kolaborasi, kepemimpinan yang partisipatif, dan semangat inovasi dalam proses pembelajaran.

Kehadiran Guru Penggerak menciptakan perubahan nyata, seperti:

  • Terbentuknya komunitas guru reflektif
  • Peningkatan motivasi belajar siswa
  • Penerapan pembelajaran kontekstual dan berdiferensiasi
  • Penggunaan data untuk pengambilan keputusan pembelajaran
  • Semangat gotong royong antarguru dalam menghadapi tantangan pembelajaran

Lebih jauh lagi, sekolah yang didampingi Guru Penggerak cenderung lebih siap dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Karena mereka telah terlatih dalam membuat modul ajar, melakukan asesmen diagnostik, serta memahami profil pelajar Pancasila sebagai tujuan akhir pendidikan.

Dampak ini tidak hanya terasa di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekitar sekolah. Orang tua dan masyarakat menjadi lebih terlibat karena komunikasi antara guru, murid, dan pemangku kepentingan menjadi lebih terbuka dan partisipatif.

Tabel Informasi Lengkap Program Guru Penggerak

Aspek
Informasi
Nama Program
Program Guru Penggerak Kemendikbud
Durasi Pelatihan
9 Bulan
Sasaran
Guru jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK
Syarat Utama
Minimal 5 tahun mengajar, rekomendasi kepala sekolah
Format Pelatihan
Daring, tatap muka terbatas, komunitas praktik
Fasilitator
Pengajar Praktik dan Fasilitator Nasional
Tujuan
Membentuk pemimpin pembelajaran dan agen perubahan di sekolah

FAQ tentang Program Guru Penggerak Kemendikbud

1. Apakah Program Guru Penggerak berbayar?

Tidak, program ini sepenuhnya gratis dan dibiayai oleh Kemendikbudristek sebagai bentuk investasi pendidikan jangka panjang.

2. Apakah guru honorer bisa ikut Program Guru Penggerak?

Bisa, selama memenuhi syarat pengalaman dan mendapatkan rekomendasi dari kepala sekolah.

3. Apakah peserta tetap mengajar selama pelatihan berlangsung?

Ya, peserta tetap melaksanakan tugas mengajar seperti biasa, sambil mengikuti pelatihan secara fleksibel.

4. Apa bedanya Guru Penggerak dengan Guru Inti?

Guru Penggerak adalah agen perubahan yang dilatih dalam program khusus, sedangkan Guru Inti biasanya bertugas sebagai pelatih dalam pelatihan kurikulum. Keduanya bisa saling melengkapi.

5. Apakah Guru Penggerak punya peluang menjadi kepala sekolah?

Ya, Guru Penggerak diprioritaskan untuk menjadi kepala sekolah atau pengawas karena telah menunjukkan kapasitas kepemimpinan pembelajaran.

Kesimpulan: Mengapa Program Guru Penggerak Layak Diikuti oleh Setiap Guru

Program Guru Penggerak Kemendikbud bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah bentuk nyata dari transformasi pendidikan yang dimulai dari ruang kelas. Dengan kurikulum yang komprehensif dan pendekatan berbasis praktik, guru tidak hanya diajarkan teori, tapi juga dibekali keterampilan kepemimpinan yang relevan untuk menjawab tantangan masa depan.

Kamu yang merasa terpanggil untuk mengubah sistem pendidikan dari dalam, inilah saatnya! Menjadi Guru Penggerak berarti menjadi bagian dari gerakan nasional yang mengedepankan murid sebagai pusat pembelajaran, menciptakan budaya reflektif, dan membangun ekosistem sekolah yang sehat dan inspiratif.

Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Daftarkan diri dalam Program Guru Penggerak Kemendikbud dan jadilah pemimpin pembelajaran sejati yang membawa perubahan positif, tidak hanya untuk murid, tapi juga untuk masa depan pendidikan Indonesia!